Mau Tahu Cara Menghitung Biaya Asuransi Mobil, Yuk Simak!

Mau Tahu Cara Menghitung Biaya Asuransi Mobil, Yuk Simak!

Di Indonesia memang masih ada banyak masyarakat yang mana belum begitu menyadari betapa pentingnya asuransi mobil. Terlebih lagi cara penghitungan premi asuransi mobil tersebut. Pada dasarnya pengguna kendaraan tidak perlu bingung lagi untuk menghitung besaran dari biaya asuransi mobil karena jika berdasarkan surat edaran dari OJK, besaran dari tarif asuransi sebuah kendaraan sudah diatur sesuai dengan hukum. Dengan demikian tidak ada lagi beberapa biaya yang tidak jelas atau bisa dibilang pungli yang diminta sebagai biaya asuransi.

Jenis Asuransi Mobil

Berbicara mengenai biaya asuransi mobil, cara penghitungannya sendiri cukup sederhana, namun beberapa jenis dari asuransi mobil sendiri juga perlu untuk Anda ketahui, dan berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Yang pertama adalah asuransi TLO atau Total Lost Only, jenis asuransi tersebut memberikan suatu penggantian jika memang mobil Anda mengalami suatu kerusakan yang cukup parah sampai dengan 70% lebih. Selain dengan mengganti kerugian dari mobil yang rusak tersebut, asuransi ini juga membantu untuk melindungi kerugian dari kehilangan mobil tersebut akibat dicuri. Biasanya asuransi ini akan disertakan pada saat nasabah tersebut membeli mobil dengan cara kredit. Besarnya premi tersebut juga disesuaikan dengan jangka waktu kredit. Besaran dari premi tersebut akan semakin rendah jika memang jangka tenor kredit lebih cepat.

Kemudian yang kedua adalah asuransi all risk comprehensive, asuransi tersebut akan melindungi mobil Anda dengan cakupan yang lebih luas. Perhitungan dari klaim sendiri mencakup kerusakan kecil maupun besar yang mana mungkin saja terjadi selama pemakaian dari mobil tersebut.

Penghitungan Biaya Asuransi Mobil

Memang terdapat banyak faktor yang mana menjadi sebuah penentu dari besaran biaya asuransi mobil yang dibayarkan. Selain dari wilayah domisili yag tertanggung, tentu saja harga jual kendaraan juga ikut menentukan. Jika harga dari mobil tersebut semakin mahal, maka untuk presentase preminya akan semakin kecil. Perusahaan asuransi juga akan memberlakukan premi tambahan untuk biaya resiko minimal sebesar Rp 300.000,- per kejadiannya. Dan untuk ilustrasinya, Anda yang berada di Jakarta membeli sebuah mobil seharga Rp 150 jutaan. Dan untuk melindungi mobilnya dari suatu resiko kerusakan dan juga kehilangan tersebut, maka Anda membeli asuransi dengan jenis TLO. Dan jika disesuaikan dengan peraturan dari OJK, maka untuk premi yang dibayarkan ada pada kisaran Rp 125 juta sampai dengan Rp 200 juta adalah 0,44 sampai dengan 0,53 persen. Dengan demikian pihak dari dealer mobil tersebut akan menetapkan premi asuransinya adalah 0,49%. Untuk perhitungannya sendiri adalah 0,49% X 150 juta yang menghasilkan Rp 735.000,-. Berbeda jika Anda menggunakan produk asuransi all risk, besaran dari premi yang dibayarkan haruslah dibayarkan secara lebih besar. Dan untuk wilayah Jakarta dengan harga mobiol Rp 125 juta sampai dengan Rp 200 juta, dan preminya sendiri adalah 2,47 sampai dengan 2,72 persen. Dengan demikian jika pihak dari dealer menetapkan premi mobil 2,5%, maka nantinya Anda perlu membayar 2,5% X Rp 150 juta dengan hasil Rp 3.750.000,- setiap tahunnya. Jadi jika Anda mengalami suatu kecelakaan kecil dan kerusakan kecil, maka biayanya tentu saja sesuai dengan kerusakan dan pembenahan dari mobil Anda tersebut, dan untuk pembayarannya sendiri akan ditanggung sebagian dari pihak asuransi.